Sunday, June 7, 2009

hitsuke.blogspot.com

Ketika Harus Memilih



Seandainya di berikan dua pilihan untukmu :

1. Menikah dengan orang yang kau cintai
2. mencintai orang yang kau nikahi

Manakah yang akan kamu pilih?”

Ada yang spontan memilih pilihan yang kedua : mencintai orang yang saya nikahi (menikahi saya).

“Kenapa?”

Hhm… alasannya,

Sebab jodoh adalah hal yang pasti, meski masih menjadi misteri bagi orang-orang yang belum menemukannya. Sedangkan mencintai adalah hal yang berbeda. Mencintai seseorang saat belum ada hak atasnya, bagaikan menggenggam bara. Jika Allah berkenan menjadikannya pendamping seumur hidup, maka bara itu akan menjelma menjadi energi untuk menciptakan kebersamaan yang indah. Tetapi, jika Allah tidak berkenan mempersatukan, bara itu akan membakar, dan bisa jadi menghanguskan diri sendiri.

Lebih dari itu, pilihan kedua rasanya lebih aman dari berbagai penyakit hati, yang bisa jadi mengotori niat suci menikah karena Allah.

Itu salah satu jawaban spontan saat itu. Tetapi, saya termenung, mencoba berfikir lebih dalam dan menyelami jauh ke dalam lubuk hati. Lalu, saya pun meneruskan pertanyaan itu ke temen saya yang lain.

Dan jawabannya sama dengan jawaban diatas.
Tetapi, saya ragu atas jawaban itu, benarkah begitu?

Pilihan pertama, menikah dengan orang yang saya cintai, mengalirkan energi dan semangat untuk meraih sesuatu yang menjadi dambaan hati. Dan tentu adalah hal yang sangat menyenangkan bisa berdampingan dengan orang yang dicintai, tidak ragu mengumumkannya kepada public, tidak malu mengekspresikannya, sebab cinta itu sudah dilegalkan.

Pilihan kedua, mencintai orang yang saya nikahi, hhmm… pasrah, menerima nasib. Ah tidak, saya menterjemahkannya menjadi bentuk syukur kepada-Nya. Sebab apa yang telah Allah pilihkan untuk kita, tentu itulah yang terbaik. Maka, kenapa tidak memaknai rasa syukur itu dengan mengupayakan cinta, menumbuhkan dan merawatnya.

Bukankah jika saat ini saya mencintai seseorang (padahal belum ada hak saya atasnya), itu tidak tumbuh begitu saja? Ada masa-masa, ada hal-hal, ada peristiwa yang membuat saya mencintainya. Lalu, kenapa hal-hal itu tidak bisa ditumbuhkan kepada orang yang sudah Allah pilihkan untuk saya?

Tetapi, sekali lagi, betapa menyenangkan jika yang pertamalah yang menjadi pilihan, menikah dengan orang yang saya cintai, sebagaimana Fathimah yang menikah dengan Ali, sebagaimana Khadijah yang menikah dengan Muhammad.

Tetapi, kalaupun akhirnya Allah memilihkan orang yang lain, maka pilihan kedua pun bukan hal yang tidak menyenangkan. Tidak ada yang tidak mungkin. Sebab cinta memang harus diupayakan.

Bagaimana ! dengan anda? Apakah akan menikah dengan orang yang anda cintai, atau akan mencintai orang yang anda nikahi?



disadur dari MinAmi Anindika's Notes


Sunday, February 8, 2009

hitsuke.blogspot.com

ASYIKNYA JOMBLO

Pintar, Cantik, Supel dan Ramah tapi kok nggak punya pacar? So what gitu loh!!! Anggap aja angin lalu ketika orang-orang di sekitar kita mengatakan kita terlalu pilih-pilihlah, belom lakulah inilah itulah. It’s not fault honey. Anggaplah itu merupakan suatu bentuk perhatian mereka ke kamu. Mereka sebetulnya perduli padamu dan kehadiranmu di tengah-tengah merekapun bukan suatu masalah. Mereka justru senang karena waktumu free untuk mereka.

Kalo sampai sekarang kamu belom juga menemukan Mr.Right yang bisa kamu jadikan gandengan, nikmatilah waktumu untuk kesenanganmu sendiri. Dibawah ini hal-hal menyenangkan yang hanya bisa dilakukan untuk kaum jomblo, diantaranya :

1. Waktu jadi milik sendiri. Kamu nggak perlu repot mengatur waktu untuk pacar. Kamu dapat pulang dan pergi sesuka hati tanpa minta ijin pacar. Tapi kalo minta ijin ortu tetep perlu loh...!!

2.Uang seutuhnya milik sendiri
. Kamu bisa berbelanja sesuka hati, mau perawatan ke salon atau mau kamu tabung seluruhnya itu hak kamu sendiri. Nggak perlu pusing memikirkan untuk dinner di akhir pekan.

3.Hidup santai tanpa harus memikirkan permasalahan-permasalahan yang biasa dialami ketika pacaran. kamu juga nggak perlu sterss memikirkan pacar kamu itu setia atau nggak ya....

4.Bisa flirting dengan laki-laki manapun yang kamu suka
tanpa khawatir asa yang cemburu. Kamu bebas menilai kualitas laki-laki, sehinnga kamu punya banyak pilihan untuk manentukan Mr.Right yang pantas mendapatkan kamu.

5.Punya lebih banyak waktu bersama teman. Kamu nggak akan pernah berada di posisi sulit harus pilih teman atau pacar.

6.Bisa memanjakan diri sesuka hati
. Mau pergi ke mall sendirian, mau ke salon seharian dapat kamu lakukan tanpa ada yang complain.

7.
Nggak ada yang melarang. Kamu nggak perlu takut minta ijin pacar saat akan camping bersama teman-teman di gunung merapi sekalipun.

8.Bisa mengejar impian karier setinggi mungkin
. Kamu bisa fokus menyusun strategi pekerjaan yang harus kamu lakukan, kamu bisa lembur dengan tenang, bisa menerima ketika harus di rolling ke luar kota untuk promosi jabatan tanpa ada yang membatasi ruang gerakmu.

9.Kamu nggak perlu takut memikirkan apakah keluarganya bisa menerimamu atau tidak dengan penampilanmu yang eksentrik. Kamu juga nggak perlu melakukan hal-hal yang nggak kamu suka demi menyenangkan pacar.

10.Kamu mendapat kesempatan untuk mencoba hal-hal baru. Mau ganti-ganti warna rambut, mau ganti gaya potongan rambut, mau merubah style dari feminim menjadi tomboi, sampai menjadi sukarelawan untuk palestina bisa saja kamu lakukan.

11.Tidak bergantung pada orang lain
. Kamu bisa pulang dan pergi ke kantor atau ke kampus sendiri dan tidak perlu menunggu pacar yang berjanji akan menjemput. Menunggu adalah kegiatan yang paling menyebalkan.


12.Bisa bebas menikmati fasilitas orang tua secara gratis.


Sunday, January 4, 2009

hitsuke.blogspot.com

Resolusi Di Tahun Baru

Sumber : Cita Cinta
Menjelang awal tahun, biasanya semangat untuk menyusun target baru dalam kehidupan kita selama dua belas bulan kedepan sangat mengebu-gebu. Yang jadi masalah disini adalah, sering kali niat resolusi kita hanya kuat di awalnya saja, so target resolusi yang telah kita susun tak ubahnya seperti sekedar menulis ‘ikrar’ semata. Yang terpenting dari sebuah resolusi tahun baru adalah kita konsisten dalam memenuhi target yang telah kita susun.
Sama seperti memilih pacar atau calon pasangan hidup, menentukan kriteria apa saja yang ingin kita raih untuk masa depan adalah kegiatan yang sifatnya subyektif. Tiap orang bisa aja punya kriteria dan tujuan yang berbeda. So kita nggak perlu membuat resolusi kalo hanya sekedar ikut-ikutan orang lain atau lebih parahnya ngikutin tren.
Kata Jules Verne nich, cie... so intelek ya... ‘Suatu perjalanan mengelilingi dunia dimulai dari satu langkah kecil.’ Begitu pula dalam cita-cita hidup. So kalo satu-satunya tujuan hidupmu adalah jadi wanita karier, maka nggak perlu memasukkan poin itu ke dalam resolusi tahun baru. Perjalanan masih panjang guys. Mulailah dengan target kecul yang bisa meningkatkan pede jika kita berhasil menggapainya. Misal nich, kita ingin jadi webmaster, bisa kita mulai dari belajar membuat blog yang menampilkan site pribadi kita. Mungkin !?!
Semakin spesifik tujuan kita, semakin mudah kita mencari jalan untuk meraihnya. Tapi tujuan resolusi kita juga harus realistis. Misalnya nich satus kita masih staff biasa, jangan mencantumkan ke dalam daftar resolusi kita ingin menjadi manajer area pada pertengahan tahun. Atau kalo status kita masih mahasiswa semester lima, juga jangan mencantumkan ingin lulus tahun depan dalam resolusi kita. Lebih baik kita bersikap realistis.
Meski banyak sekali resolusi yang ingin kita lakukan dalam diri kita di tahun baru ini, jangan bebani diri kita dengan membuat daftar resolusi yang panjang mengalahkan catatan pengeluaran bulanan.Terlalu banyak hal yang ingin kita resolusi malah menjadikan kita tidak fokis. Apalahi kalo yang ingin kita resolusi sangat tidak realistis.
Satu hal terbesar yang seringkali menjadi kendala dalam pencapaian resolusi tahun baru adalah perasaan tidak percaya bahwa kita bisa mencapainya. Tanpa adanya rasa percaya diri, maka daftar panjang resolusi yang telah kita buat tidak akan ada hasilnya. Sia-sia. Kalo kita nggak pede dengan daftar resolusi yang kita buat, sebaiknya kita fokuskan pada tujuan tertentu yang kita anggap paling penting dan bisa kita capai dalam kurun satu tahun. Yang terpenting harus realistis.
hitsuke.blogspot.com

HAPPY NEW YEAR 2009

Hai Guys...
Met tahun baru 2009

Jangan pernah menyesali dan menangisi
Semua yang telah terjadi dalam hidupmu
Kalo sekarang ini langkamu baru terhenti
Jangan pernah berpikiran kalo hidup cuma sampai disini

Nggak ada mawar yang nggak berduri
Begitu juga dengan hidupan ini
Penuh kejutan yang tak pasti
Namun itu semua anggaplah sebagai pelajaran

Menangislah saat kamu sedih
Tapi setelah itu tersenyumlah kembali
Jangan pernah berhenti

Berlari dan menangkanlah
Semua pertarungan dalam hidupmu

Dan akhirnya kamu bisa mengucapkan

Selamat tinggal masa lalu
Selamat datang lembar baru
Selamat tinggal cerita lalu
Selamat datang cerita baru

Selamat tinggal 2008
Selamat datang 2009


Inspirated by
Selamat Tinggal Masa Lalu
Andra&The Bacbone


Saturday, November 29, 2008

hitsuke.blogspot.com

Ternyata aku seorang MUNAFIK !!

buat kita-kita remaja (SLTP, SMU, Mahasiswa/i) yang masih punya banyak kesempatan untuk jatuh cinta, jangan bertindak bodoh dengan mempertahankan cinta yang tidak seharusnya dipertahankan. Masih banyak cinta di dunia ini. Yang penting sekarang kejarlah cita-cita, buatlah ortu kita bangga dan bahagiakanlah diri kita sendiri karena tidak ada yang menyanyangi diri kita lebih dari apapun kecuali diri kita dan Allah swt.

Ternyata hanyalah TEORI yang prakteknya NOL BESAR.
Yeah... ternyata aku masih lebih berat CINTA daripada CITA.
Aku masih bertahan di sini dan memilih mengubur impianku.
Kesempatan tidak datang dua kali. Aku anggap itu salah.
Karena aku pikir kesempatan itu selalu ada selagi kita mau mencarinya.
Dan memang benar, kesempatan tidak hanya datang satu kali, tapi aku telah beberapa kali menyia-nyiakan kesempatan yang datang padaku
Ternyata aku hanyalah seorang PECUNDANG.
Q lebih berat CINTA...

Padahal aku adalah sumber motivasi seseorang. (bukannya PeDe atau Ge Er tapi fakta)
Dia salut padaku. Yang bisa tetap survive dan tetap tersenyum walaupun gagal dalam percintaan.
Dia menilai aku orang yang punya prinsip, pendirian dan realistis.
CINTA bukan satu-satunya sumber kebahagian hidup.
Menjadi wanita karier adalah cita-citaku.

Memang sekarang aku bekerja.
Tapi aku merasa telah menyia-nyiakan kesempatan yang ada.
Kesempatan untuk meraih impianku.
Sebenarnya tidak ada sesuatu halpun yang sia-sia jika dilakukan dengan sungguh-sungguh.
Dan aku sangat optimis akan berhasil dengan pekerjaanku yang sekarang
Tapi bukan itu yang membuat aku survive dan fight disini

Aku hanyalah seorang MUNAFIK!!
Lain teori, lain pula prakteknya.
Padahal seorang munafik tempatnya berada di neraka Jahanam.
Ya Allah...
Ampunilah aku
Berilah aku kesempatan untuk dapat mewujudkan CINTAku tanpa harus melepaskan CITAku
Kalau memang ini keputusan terbaik yang aku ambil
Semoga aku tidak salah langkah.
Tapi jika ternyata keputusan yang aku ambil salah
Semoga aku dapat mengambil hikmah dari semua ini.

Ketika ku hadapi kehidupan ini
Jalan mana yang harus ku pilih
Ku tahu ku tak mampu
Ku tahu ku sanggup
Hanya kau Tuhan tempat ku mengadu
Aku tau, aku takkan pernah sendiri
Ada Engkau disini yang selalu menuntunku
Tanggan-MU membelaiku
Cinta-MU menguatkanku
Hanya Engkaulah segala jawaban atas keraguanku